Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak. CA membuka secara resmi Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata yang dilaksanakan di Grand Master Hotel Rabu 4 November 2020. Sambutan Walikota Tomohon Jimmy F. Eman, SE.Ak, CA Salah satu visi misi pemerintah Kota Tomohon tahun 2016 – 2021 adalah Tomohon menuju kota tujuan wisata dunia. Pengembangan Kota Tomohon menuju kota pariwisata dunia adalah pengembangan yang terintegrasi dan holistik antara semua sektor pembangunan yang terkait. Strategi untuk menjadikan Tomohon sebagai kota pariwisata dunia adalah integrasi dari aspek-aspek terkait yang terdiri dari: (1) attraction (atraksi) aspek daya tarik destinasi; merupakan atribut daerah tujuan wisata yang berupa apa saja yang dapat menarik wisatawan. Saat ini terdapat 90 atraksi wisata dengan 34 atraksi wisata unggulan yang perlu dikembangkan di kota tomohon. Objek dan daya tarik wsata yang tersebar di lima kecamatan ini terdiri dari objek wisata alam, objek wisata budaya dan objek wisata buatan. (2) accessibility (aksesibilitas) aspek transportasi; merupakan atribut akses bagi wisatawan domestik dan mancanegara agar dengan mudah dapat mencapai tujuan ke tempat wisata baik secara internasional maupun akses terhadap tempat-tempat wisata pada sebuah destinasi. Aksesibilitas pariwisata kota tomohon telah terbuka lebar dengan adanya fasilitas transportasi darat berupa jalan, laut (pelabuhan) sekitar 2 jam dari pelabuhan bitung dan udara (bandara) sekitar 1 jam dari bandara sam ratulangi yang memudahkan dijangkaunya destinasi wisata di kota tomohon. (3) amenities (amenitas) aspek fasilitas utama dan pendukung; merupakan atribut amenitas yang menjadi salah satu syarat daerah tujuan wisata agar wisatawan dapat dengan kerasan tinggal lebih lama pada sebuah destinasi. Saat ini kota tomohon memiliki 135 rumah makan dan 28 hotel/cottages (412 kamar, 581 tempat tidur).
Pola manajemen pengembangan pariwisata di kota tomohon didasarkan pada 3 strategi pembangunan kepariwisataan, yaitu : 1) strategi pembangunan kepariwisataan yang mengutamakan pada pertumbuhan (growth oriented model). 2) strategi pembangunan kepariwisataan yang bertumpu pada pemberdayaan masyarakat (community based tourism development). 3) strategi pembangunan kepariwisataan yang bertumpu pada keberlanjutan pembangunan kepariwisataan (sustainable tourism development).
Pola manajemen pengembangan pariwisata tersebut hanya akan dapat terlaksana manakala dalam proses pencapaiannya dilakukan melalui prinsip tata kelola kepariwisataan yang baik (good tourism governance). Kekayaan potensi pariwisata, keragaman dan kearifan local yang dimiliki Kota Tomohon perlu dikembangkan secara kontinyu dan berkelanjutan dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan. Implementasi pola kebijakan pengembangan pariwisata Kota Tomohon didasarkan pada aturan perundang undangan yang berlaku yakni undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. Pada akhirnya semua upaya pemerintah Kota Tomohon untuk mengembangkan pariwisata dengan mengedepankan kekayaan, keragaman dan kearifan lokal bermuara pada tujuan pembangunan pariwisata indonesia yakni memperoleh devisa negara.
Dengan demikian tujuan pengembangan pariwisata Kota Tomohon adalah pencapaian pendapatan asli daerah, baik yang didapat melalui retribusi objek wisata, maupun pajak hotel, restoran dan rumah makan. Walikota pun mengaskan kami mengijinkan usaha pariwisata dibuka yentu.dengan mengedepankan protokol kesehatan. Membangun sinergitas dengan unsur terkait tentu juga dengan bantuan HPI. Karena Walaupun kita berbeda-beda tetapi tepat satu tujuan yaitu memajukan kepariwisataan di Kota Tomohon.
Tampil sebagai narasumber unsur pemerintah, Akademisi, Asita, Staff Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Pariwisata Dino Gobel, Kadispar Sulut Hendry Kaitjily, Ketua ADESTA (asosiasi destinasi wisata) Joudy Aray, SPd, dengan peserta adalah pengelola Destinasi Wisata di Kota Tomohon. serta para pendamping kegiatan yakni dari ADESTA & HPI (himpunan pramuwisata Indonesia). Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Masna J.M Pioh, S.Sos dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti 40 peserta pengelolah dan pemilik destinasi wisatadan HPI. Pelatihan ini akan dilaksanakan Rabu,Kamis & Jumat 4-6 November 2020. Tujuan kegiatan ini antara lain yaitu dalam rangka pengembangan jenis dan paket pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan, Menstimulasi arus kunjungan wisatawan yang mengedepankan protokol kesehatan.
#tomohontangguh
Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Memuat...







