Memuat...

Musyawarah Adat Tombulu

Mewakili Walikota Tomohon Caroll J.A Senduk, SH, Sekretaris Daerah Jemmy Ringkuangan, PA, M.Si menghadiri kegiatan Musyawarah Adat Majelis Kebudayaan Minahasa Pakasaan Tombulu di Kota Tomohon yang di laksanakan di Lantai III Mall Pelayanan Publik, 23/4/21 Saat membacakan sambutan Walikota, Sekretaris Daerah mengatakan bahwa atas nama pemerintah kota tomohon mengucapkan selamat melaksanakan Musyawarah Adat Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM) Pakasaan Tombulu Kota Tomohon tahun 2021. Dengan harapan semoga musyawarah adat ini bisa terus melanjutkan kiprahnya sebagai lembaga pemersatu masyarakat melalui pelestarian adat istiadat minahasa di kota tomohon. Sekaligus merangkul semua organisasi adat yang ada di Kota Tomohon. Demi kemajuan dan pemberdayaan adat istiadat dan budaya yang telah mengakar dalam masyarakat.

Kita semua memahami sekarang bahwa kita sedang berada dalam kehidupan di dunia modernisasi yang telah mengakibatkan pergeseran adat dan budaya, akibat kemajuan teknologi komunikasi serta pengaruh dari luar daerah. Hal ini membutuhkan kepedulian bersama untuk tetap melestarikan adat dan budaya kita. Sehingga tetap terpatri dalam individu dan kehidupan masyarakat kita semua. Tentunya kita tidak ingin kehilangan jati diri atau tersesat dan tergerus dalam kehidupan modernisasi. Oleh karena itu kita harus mampu menampung semua aspirasi budaya dan adat istiadat yang ada sehingga tidak terjadi benturan atau kesalahpahaman dengan struktur masyarakat yang telah tumbuh dan berkembang. Adat budaya minahasa merupakan warisan dari leluhur yang patut kita tumbuh kembangkan dan kita lestarikan.
Di samping itu kecilnya rasa kecintaan generasi muda terhadap adat dan budaya menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan dan pelestarian adat dan budaya. Semestinya hal ini tidak harus terjadi kalau kita semua mau peduli dan perhatian terhadap adat dan budaya. Oleh karena itu saya sangat menaruh harapan besar terhadap majelis adat kota tomohon untuk terus melakukan berbagai upaya serta mampu menanamkan rasa kecintaan terhadap adat dan budaya kepada generasi muda dan kepada seluruh lapisan masyarakat. Meskipun kedepan tugas yang akan dihadapi lebih berat. Karena itu dalam mengemban tugas perlu meningkatkan keteladanan, kemampuan dan pengetahuan. Dengan harapan akan dapat menghasilkan pengurus baru yang mampu menguasai adat-istiadat dan mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan serta memunculkan program-program yang lebih baik. Sehingga kota tomohon dapat terus menjaga eksistensinya di tengah-tengah masyarakat.
Ditambahkannya, pelaksanaan musyawarah ini tentu merupakan bentuk ekspresi dari kehendak masyarakat tomohon untuk berhimpun, bermusyawarah tentang keberadaan adat dan kebudayaan minahasa. Hal ini didasari fakta bahwa masyarakat tomohon menyadari arti pentingnya lembaga tempat bermusyawarah mengenai adat dan budaya yang harus dijaga dan dipelihara kelestariannya. Upaya melestarikan adat dan budaya kita bukan hanya tanggung jawab segelintir pengurus saja, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Diakhir sambutannya, Sekot mengatakan bahwa untuk melestarikan adat budaya di kota tomohon, akan diwacanakan para pejabat di pemerintah kota tomohon akan memakai baju adat yang nantinya akan dijadwalkan harinya dalam melaksanakan tugas kedinasan namun hal ini akan dikoordinasikan dengan Walikota dan Wakil Walikota Tomohon. Hadir dalam kegiatan ini, Tua – tua adat Minahasa Walian Tua Pdt. Coor Wowor, S.Th, Walian Tua Pdt. Robert Pandeiroth, S.Th, Tua Um Banua Ir. Darius A.J Senduk, Walian Tua MKM Drs. Wempie Frederik, Pimpinan 7 Walak, Tonaas-Tonaas Ormas Adat, Komunitas Kawasaran, Komunitas Seni Budaya, Asisten I Toar Pandeiroth, MM, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Tomohon DR. Juliana D. Karwur, M.Kes, M.Si serta jajaran Pemkot Tomohon.

#tomohonhebat
Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Bagikan...